SDN 138 Pekanbaru Maju Adiwiyata Nasional 2015

Photo0534Photo0702.jpgPhoto0478Photo0707Photo0366_1

PEKANBARU, datariau.com – Pada peringatan hari lingkungan hidup dunia tahun 2015, SDN 138 Pekanbaru masuk sebagai salah satu sekolah yang menerima penghargaan adiwiyata tingkat Provinsi Riau.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahcman di gedung Melati lantai tiga kantor Gubernur Riau, Kamis (29/10/2015) lalu. Penghargaan diberikan setelah dilakukan penilaian oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau. Dari 139 sekolah dari semua tingkatan se Provinsi Riau, termasuk SD 138 Pekanbaru. Bahkan sekolah ini akan menuju adiwiyata tingkat nasional.

Kepala SDN 138 Pekanbaru Hasra Isnaldi MPd ketika dikonfirmasi datariau.com Sabtu (31/10/2015) menyebutkan,  setelah berhasil di tingkat provinsi, sekolah yang dikomandoinya akan terus maju ke tingkat nasional. Keberhasilan yang dicapai berkat kerja keras dan kerjasama seluruh stoke holder sekolah.

“Mulai dari tim adiwiyata,  para guru, siswa,  orangtua dan komite ikut berperan aktif mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan. Sehingga  sekolah ini memperoleh penghargaan adiwiyata tingkat provinsi dan masuk adiwiyata nasional tahun 2015,” terangnya.

Prestasi yang diraih SD 138 Pekanbaru ini, katanya, adalah wujud kebersamaan, kerja keras, partisipasi warga sekolah mulai dari siswa, pegawai, guru, petugas kebersihan, kantin, satpam, orangtua siswa serta pengurus komite. Secara bersama peduli dan membangun komitmen bersama terhadap kelestarian lingkungan.

“Saya berharap dengan prestasi yang diraih ini akan lebih meningkatkan kepedulian warga sekolah dan menjadi karakter dan budaya yang dapat diterapkan pada setiap individu, keluarga dan lingkungan. Apalagi siswa sudah sangat memahami pentingnya lingkungan hidup,” beber Hasra.

Menurut Hasra,  sekolah yang dipimpinnya ini sudah menyediakan sarana prasarana (Sapras) yang memenuhi standar kebersihan bagi peserta didik. Setakat ini kita sudah mempunyai 10 sekolah binaan.

“Fasilitas pendukung lain dalam upaya melestarikan lingkungan berupa pembuatan penyediaan Sarpras kesahatan seperti ketersediaan WC dan wastafel yang memenuhi standar. Kemudian  pembuatan biopori dan penanaman pohon,” ulas Hasra.

“Setelah dinilai oleh tim BLH provinsi, Alhamdulillah, akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan bersama yakni sukses meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi dan akan sukses pula ditingkat nasional nanti,” pungkasnya.